♥ Follow Me ♥

Fergie: Gol Itu Kesalahan Gomes

Oleh Henry AA

31 Okt 2010 11:26:00

Manchester United Manager Sir Alex Ferguson (Getty Imgaes)
Galeri Foto
Perbesar
Manchester United Manager Sir Alex Ferguson (Getty Imgaes)
Manchester United meraih kemenangan 2-0 atas tamu mereka, Tottenham Hotspur dalam pertandingan yang berlangsung di Old Trafford, Sabtu (30/10). Namun gol kedua yang dicetak Nani masih menjadi perdebatan.

Gelandang asal Portugal itu menyerobot bola yang diletakkan Gomes yang mengira seharusnya terjadi tendangan bebas setelah Nani menyentuh bola. Namun wasit berpendapat lain dan mensahkan gol Nani.

Fergie mengakui kalau gol tersebut termasuk kontroversial, namun ia menolak menyalahkan Nani dan lebih menimpakan kesalahan pada Gomes dan wasit serta hakim garis.

"Penjaga garis tidak menaikkan bendera dan wasit tidak meniupkan peluit, jadi wajar saja kalau Nani menendang bola dan merayakan gol yang dicetaknya. Jadi saya rasa Nani tidak melakukan tindakan yang salah," tukas Fergie pada ESPN.

"Saya rasa keasalahan ada pada ofisial pertandingan dan juga Gomes sendiri. Ia menganggap terjadi tendangan bebas, padahal wasit tidak meniupkan peluit tanda pelanggaran. Gomes seharunsya tetap memegang bola atau langsung menendangnya."

Fergie sendiri mengaku cukup puas dengan penampilan timnya, terutama di babak kedua, karena mampu menguasai permainan dengan baik sehingga Spurs sulit untuk mengembangkan permainan.

Aturan Memulai Hubungan Baru

VIVAnews - Ketika memulai hubungan asmara dengan kekasih baru, biasanya penuh trik dan 'permainan' tebak-tebakan. Dalam kondisi ini, pria cenderung tidak pintar menebak keinginan wanita.
Ketidaksamaan persepsi antarpasangan bisa memicu salah paham dan berpotensi menjadi sumber konflik. Ada baiknya, ketahui 'pedoman' memulai hubungan baru berikut ini  demi terciptanya hubungan awet dan minim konflik, seperti dikutip dari Your Tango.
1. Menunjukkan perasaan (public display affection)
Tiap orang memiliki level kenyamanan yang berbeda ketika tampil sebagai pasangan di depan umum. Bicarakan batas dan kenyamanan ini. Ungkapkan, mana yang berlebihan dan mana yang tidak.
2. Satu minggu sekali
Tentukan satu hari dalam seminggu di mana Anda dan dia menghabiskan waktu berdua saja. Meskipun sama-sama sibuk, komitmen ini sangat penting demi hubungan sehat.
3. Tidak melarang menghabiskan waktu sendiri
Selalu bersama sebagai pasangan memang menyenangkan. Tetapi, jangan sampai Anda dan dia saling melarang untuk menghabiskan waktu sendiri. Biarkan dia sesekali menghabiskan waktu dengan teman-temannya, begitu juga Anda. Ini membuat hubungan justru jadi lebih hangat.
4. Jangan terlalu cepat bicara masa depan
Membicarakan masa depan yang terkait pernikahan dan anak di awal hubungan bisa membuat pria 'ketakutan'. Kecuali dia yang memulai. Sebaiknya jangan dulu dibicarakan. Nikmati saja dulu tahap penyesuaian di awal hubungan. Seiring mapannya hubungan, rencana masa depan akan datang dengan sendirinya.
5. Berteman dengan teman pasangan
Jangan langsung melakukan penilaian buruk pada teman-teman pasangan. Cobalah kenali dulu mereka. Sangat seru apabila Anda juga bisa akrab dengan teman-temannya.
6. Tetap tenang saat cemburu
Jangan mulai pertengkaran hanya karena ia melirik gadis lain yang berjalan sepintas. Demikian juga, ia tidak boleh marah ketika Anda melirik pria tampan yang sedang lewat. Ini hanya semacam lucu-lucuan yang justru bisa dijadikan permainan.
7. Jangan berasumsi
Jangan memaksanya untuk menebak keinginan Anda dan mengerti sendiri apa yang seharusnya dilakukan. Misalnya dengan mengatakan, "Tidak masalah jika kita tidak merayakan ulang tahunku." Akan lebih baik Anda terbuka mengungkapkan keinginan, apa yang disukai dan tidak disukai. Mintalah dia juga melakukan hal yang sama. Trik ini bisa meminimalisasi konflik. (pet)

Sinting! Ibu Bunuh Bayinya Gara-gara Ganggu Main FB

REPUBLIKA.CO.ID, JACKSONVILLE, Florida--Gara-gara mengganggu sang ibu yang tengah asyik ber-Facebook ria, dengan gelap mata ia menghabisi bayinya. Padahal, yang dilakukan bayinya hanya menangis, saat ibunya fokus berselancar di situs jejaring sosial tersebut.
Sang Ibu sendiri bernama Alexandra V. Tobias. Ia terbukti bersalah atas dua tingkatan pembunuhan pada Rabu (27/10) kemarin. Dan ia pun terancam dipenjara.
The Florida Times-Union melaporkan bahwa sang ibu mengatakan kepada investigator kalau dirinya marah ketika menderang bayinya yang berkelamin laki-laki itu menangis, ketika dirinya bermain game Farm Ville. Koran tersebut juga melaporkan bahwa Alexandra mendiamkan bayinya yang tengah menangis dengan menggendongnya dan mengayunkannya dengan kencang.
Kemudian dirinya merokok guna menenangkan dirinya dan kemudian ia menenangkan bayinya lagi sama seperti perlakuan sebelumnya. Alexandra bakal menjalani persidangan dan terancam hukuman penjara yang akan dilaluinya pada Desember mendatang.
Menurut undang-undang setempat, Alexandra terancam hukuman 25 hingga 50 tahun penjara. Namun kemungkinan, masa tahanan yang akan dilalui Alexandra bakal kurang dari itu.

Galeri Letusan Merapi

Aktivitas Gunung Merapi belum berhenti. Jumat pagi, ia kembali mengirim awan panas. Warga masih mengungsi. Kandidat juru kunci Merapi yang baru, Ponimin, mengatakan letusan Merapi belumlah puncaknya. Kata dia pada Jumat (29/10), "Tunggu lima-enam hari."
Kata-kata Ponimin didasarkan pada petunjuk "kakek tua misterius". Tentu saja, keabsahan secara ilmiah tak bisa dipertanggungjawabkan.
Mari tengok beberapa foto yang menceritakan berbagai hal seputar letusan Merapi kali ini
 Juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan, satu hari sebelum letusan Gunung Merapi di rumahnya di Desa Kinahrejo, Sleman, Yogyakarta, Senin (25/10). (FOTO ANTARA/Regina Safri)




Tim SAR gabungan mengevakuasi korban meninggal di kawasan Kinahrejo, Kepuharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (27/10). (FOTO ANTARA/Wahyu Putro)



Sejumlah siswa SD melakukan sholat ghaib di Masjid Sabilillah, Malang, Jawa Timur, Kamis (28/10). Aksi yang diikuti sekitar 200 siswa SD tersebut untuk mendoakan arwah korban bencana Gunung Merapi dan tsunami Mentawai. (FOTO ANTARA/Ari Bowo Sucipto)



Kendaraan melintas di jalan raya Yogya-Magelang yang diselimuti abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi, di Muntilan, Magelang, Jateng, Rabu (27/10). Letusan Gunung Merapi yang terjadi Selasa (26/10) sore menyemburkan awan panas disertai abu vulkanik hingga 50 kilometer, selain mengganggu pengendara mobil maupun sepeda motor karena jarak pandang hanya 10-15 meter abu vulkanik juga menggangu pernafasan. (FOTO ANTARA/Anis Efizudin)



Pekerja membersihkan stupa candi Borobudur akibat abu vulkanik erupsi Gunung Merapi di Borobudur, Magelang, Jateng, Rabu (27/10). Untuk sementara waktu candi Borobudur ditutup untuk wisatawan selama proses pembersihan permukaan candi Borobudur yang diselimuti abu vulkanik. (FOTO ANTARA/Anis Efizudin)



Sejumlah pengungsi tidur di lantai Tempat Pengungsian Akhir (TPA) Tanjung, Muntilan, Magelang, Jateng, Rabu (27/10) dini hari. (FOTO ANTARA/Anis Efizudin)
Seorang anak menggunakan masker untuk melindungi pernafasan dari abu vulkanik letusan Merapi di dalam tenda pengungsian Jumoyo, Salam, Magelang, Jateng, Rabu (27/10). Sebagian pengungsi anak-anak mengalami gangguan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) akibat tebalnya abu vulkanik yang beterbangan. (FOTO ANTARA/Anis Efizudin)

Penduduk mengamati kerusakan akibat erupsi Gunung Merapi di Desa Kinahrejo, Kamis (28/10). (AP Photo/Binsar Bakkara)

Kacau Balau

Laga Italia v Serbia Batal Akibat Rusuh

MALU BERAT. Kapten Serbia, Dejan Stankovic tak kuasa menahan tangis menyaksikan ulah suporternya yang membuat kekacauan saat bertemu Italia, Rabu, 13 Oktober dini hari Wita. (FOTO ALESSANDRO GAROFALO/REUTERS)



GENOA -- Hooliganisme kembali menodai sepak bola Eropa. Ratusan pendukung Serbia mengamuk di dalam Stadion Luigi Ferraris, Genoa, ketika Italia menjamu Serbia dalam matchday keempat kualifikasi Euro 2012, Rabu, 13 Oktober dini hari Wita. Insiden itu memaksa wasit Craig Thimpson asal Skotlandia untuk membatalkan laga, hanya tujuh menit setelah kickoff. 

Suasana di tribun memang sangat mencekam. Fans Beli Orlovi, sebutan Serbia, melemparkan obor dan kembang api yang menyala ke lapangan. Mereka juga membakar bendera serta panji-panji mereka sendiri. Ratusan orang yang mengamuk itu berupaya merusak pagar pembatas yang memisahkan mereka dengan fans Italia. 

Puncaknya, salah satu kembang api menimpa kiper tuan rumah, Emiliano Viviano. Kiper Serbia, Zeljko Brkic juga hampir kena lemparan obor menyala. Seketika, wasit ambil keputusan cepat untuk menghentikan laga. Sejam kemudian, karena situasi di stadion masih berbahaya, Thompson secara resmi membatalkan match tersebut. 

"Kami meminta maaf kepada fans dan pers. Pertandingan ini dihentikan oleh wasit (Thompson, red). Dia khawatir terhadap keselamatan pemain," jelas Antonello Valentini, direktur umum federasi sepak bola Italia (FIGC), kepada Rai. "Dia menghentikannya setelah dua kembang api mengenai pemain. Menurut kami, itu memang sangat berbahaya," lanjutnya. 

Tanda-tanda kerusuhan sudah terjadi sejak sebelum laga. Entah apa pemicunya, pada siang hari suporter tim tamu sudah bentrok dengan polisi Genoa. Polisi berhasil mencegah mereka membuat keributan dengan fans Italia, dan menggiring mereka ke stadion. Namun, upaya itu sempat membuat kickoff tertunda selama 45 menit.

Kedua tim jelas kecewa berat dengan insiden memalukan ini. "Kami tidak bermain bola. Saya tidak pernah melihat hal seburuk ini," ucap Cesare Prandelli, pelatih Italia, kepada Associated Press. "Saya bisa bicara apa? Ini hal yang sangat pahit dan mengecewakan. Terutama buat anak-anak muda Italia yang antusias datang ke stadion dan berharap menonton pertandingan bagus," lanjutnya. 

Prandelli juga membela pasukan keamanan yang dianggap tidak becus mengantisipasi insiden seberat itu. Apalagi, dilaporkan 14 orang terluka akibat kerusuhan di luar stadion. "Kita tidak bisa mengantisipasi hal semacam ini. Meskipun, berdasarkan cerita pemain Serbia, kerusuhan ini sudah diorganisasi dari Belgrade sendiri," papar Prandelli. 

Indikasi itu dibenarkan oleh presiden federasi sepak bola Serbia (AFS) Tomislav Karadzic. Menurut dia, seluruh perusuh yang mengacau di Genoa hanyalah eksekutor. Sedangkan skenarionya dirancang di Serbia. Namun, alasannya belum diketahui dengan pasti. Karadzic juga sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Italia dan FIGC. 

"Ini skandal yang memalukan. Tim sepak bola kami sudah mengalami kesulitan selama kualifikasi. Saat berlatih, juga saat bertanding. Sekarang ditambah insiden ini, kami benar-benar terjepit," keluh Karadzic dalam wawancara dengan televisi B92. "Negara harus segera ambil tindakan," lanjutnya. 

Italia sebenarnya diuntungkan oleh insiden ini. Berdasarkan aturan UEFA, mereka bisa dihadiahi kemenangan dengan skor 3-0. Juru bicara UEFA Rob Faulkner menyatakan, jika laga dibatalkan untuk alasan keamanan, negara yang fansnya mengacau dinyatakan kalah 0-3. 

Karena itu, mereka menunggu laporan dari wasit untuk kelengkapan penyelidikan. Pada 2007, komisi disiplin UEFA memberikan kemenangan 3-0 kepada Swedia lantaran fans Denmark mengacau kualifikasi Euro 2008. 

Jika itu yang terjadi, posisi Gli Azzurri, sebutan Italia, akan makin kokoh di puncak klasemen Grup C dengan 10 poin. Sebaliknya, peluang Serbia untuk lolos ke babak utama semakin tipis, karena hingga kini baru mengumpulkan empat angka. Dejan Stankovic dkk juga masih terjebak di peringkat kelima. 

Namun, FIGC tidak serta merta menunggu durian runtuh. Mereka menyerahkan penanganan kasus ini kepada UEFA. "Kami tidak menuntut apa pun. Ini adalah momen yang sensitif. Bola panas ada di tangan UEFA dan delegasinya untuk mengumpulkan informasi. Segala keputusan kami serahkan kepada mereka selaku otoritas sepak bola Eropa," papar Roberto Donadoni, wakil presiden FIGC, kepada Soccernet. (jpnn)

Duit Sudah Menghancurkan Sepak Bola

Judul di atas sepertinya terkesan emosional, berapi-api dan tidak berdasar. Tapi jika anda seorang pecinta sepak bola dalam arti sesungguhnya, judul itu bisa jadi benar.
Sebelum bicara soal judul tersebut, apa sih yang dimaksud dengan pecinta sepak bola sesungguhnya? Bagi saya, seorang fans bola bukan hanya bersorak saat pemain kesayangannya mencetak gol atau mengumpat ketika lawan membobol gawang tim idola kita. Tapi seorang fans bola sesungguhnya (saya tak mau menyebutnya sejati) adalah pendukung yang menjadikan klub atau tim kesayangannya seperti bagian dari jiwanya, identitas dirinya malah kalau bisa istri kedua, meski saya juga tidak menganjurkannya.
Banyak fans di belahan muka bumi ini rela mengorbankan apa saja demi klub atau negara yang didukungnya. Lihat Aremania yang rela patungan mengumpulkan uang hingga menjual harta benda untuk membiayai klub Arema Malang ketika mengalami kesulitan keuangan yang sangat parah beberapa tahun lalu. Padahal kalau dilihat banyak Aremania berasal dari kalangan ekonomi kelas menengah bawah.
Yang paling aktual, dan seirama dengan judul artikel ini, fans Liverpool. Fans klub bola dari kota pelabuhan tersebut kini sedang cemas dan gelisah. Klub idola mereka yang sudah 18 kali juara Liga Inggris dan meraih lima gelar Liga Champions Eropa kini sedang kritis.
Pemilik Liverpool asal Amerika Serikat, George Gillet dan Tom Hicks, terlilit utang sekitar 200 juta Poundsterling. Hasilnya klub kesulitan dana untuk belanja pemain sehingga tak bisa bersaing dengan peserta Liga Primer yang lainnya.
Saat ini Liverpool terpuruk di posisi 18 klasemen sementara Barclays Premiere League dari 20 klub yang ikut serta. Ribuan fans Liverpool di berbagai negara sudah muak melihat prestasi klub yang bermarkas di Stadion Anfield itu.
Mereka meminta Gillet dan Hicks angkat kaki dari The Kop, panggilan lain Stadion Anfield. "Yank Liars Out," tulis spanduk sejumlah fans saat Liverpool menggelar pertandingan di Anfield belum lama ini. Tulisan tersebut bermakna kalau fans sudah tak percaya lagi dengan janji-jani Gillet dan Hicks.
Gillet dan Hicks pun lalu setuju menjual klub kepada investor yang berminat sekalian menawarkan pelunasan utang mereka. Sejumlah lembaga dan orang berduit pun langsung rebutan ingin membeli klub merah-merah ini.
Sebut saja ada pengusaha asal Cina, Kenny Huang, yang menawar Liverpool sebesar 350 juta Poundsterling atau hampir Rp 4,9 triliun. Huang akan berkongsi dengan Royal Bank of Scotland untuk mengakuisisi The Reds.
Kemudian milyarder asal negeri Singapura, Peter Lim, yang siap menggelontorkan 300 juta Poundsterling atau sekitar Rp 4,2 triliun. BBC melansir Lim menambah penawarannya menjadi 360 juta Poundsterling, dengan rincian 320 juta Poundsterling untuk membeli dan melunasi utang klub. Sisanya, 40 juta Poundsterling untuk membeli pemain baru.
Tapi tawaran uang jutaan Poundsterling ini malah menambah runyam masalah klub. Gillet dan Hicks mengadukan Martin Broughton, Ketua Umum atau Chairman klub ke pengadilan di London. Duo AS itu tak setuju dengan penawaran 300 juta Poundsterling yang diajukan oleh New England Sport Ventures (NEVS) yang lalu disepakati oleh Broughton.
Gillet dan Hicks menilai direksi klub ceroboh dan tergesa-gesa mengambil keputusan menerima tawaran dari NEVS.
Kini proses persidangan masih berjalan. Tapi jika hingga Jumat (15/10/2010) persidangan ini belum juga menemukan jalan keluar. Liverpool terancam mendapat pengurangan sembilan poin dari otoritas Premiere League.
Bukan hanya Liverpool yang pernah mengalami ini. Manchester United pun demikian. Pemilik klub yang juga sal AS dan berdarah Yahudi, Malcolm Glazer, juga terlilit utang. Keuangan klub tidak sehat sehingga MU pelit membeli pemain mahal berkualitas. Padahal MU memiliki kran uang di banyak negara.
Arsenal tak jauh beda. Usai membangun stadion Emirates yang berkapasitas 60 ribu lebih penonton, untuk menggantikan stadion Highburry, yang kapasitasnya tak lebih dari 41 ribu, The Gunners sampai harus mengencangkan ikat pinggang.
Pelatih Arsene Wenger pun dibuat pusing karena manajemen klub hanya memberinya pemain-pemain ingusan yang minim pengalaman.
Jadi tidak selamanya uang berlimpah membuat hidup tenan

Perokok Indonesia Terbesar Ketiga Dunia

 JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia masih menduduki peringkat ketiga untuk jumlah perokok di dunia, yakni sekitar 65 juta orang. Angka ini akan terus meningkat jika pemerintah tidak mengatur perilaku merokok dan industri rokok serta tidak menerapkan larangan iklan rokok.
lihat selengkapnya disini

Pelatih Uruguay Tertarik Latih Indonesia

Pelatih Uruguay, Oscar Washington Tabarez, mengeluarkan pernyataan menarik. Mantan pelatih AC Milan ini membuka diri untuk melatih Timnas Indonesia yang saat ini sedang dibesut oleh Alfred Riedl.
"Kenapa tidak? Saya siap jika kontrak saya bersama Uruguay sudah berakhir," jelasnya seusai mendampingi anak-anak asuhannya berlatih di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (7/10/2010) malam.
Tabarez mengungkapkan kalau sepak bola Indonesia bukan lah hal yang ia baru kenal. Ia sudah mengetahui mengenai sepak bola Indonesia ketika Timnas U-16 berlatih di Uruguay beberapa waktu lalu.
Pria yang ramah ini mengatakan kalau Indonesia punya potensi untuk berprestasi di dunia internasional. "Anda punya kualitas pemain yang sebenarnya bagus-bagus. Gaya permainan Indonesia juga cepat," imbuhnya.
Saat ditanya mengenai formasi yang akan dipakainya saat melawan tim merah putih, Tabarez menjanjikan akan memasang pemain intinya. Luis Suarez akan diduetkan bersama Edison Cavani di lini depan La Celeste.
"Kami juga tak takut menghadapi permainan keras Anda," cetusnya.
Tabarez juga puas dengan kondisi rumput Stadion GBK yang dnilainya tebal dan mulus. Hanya saja ia mengeluhkan panasnya cuaca di Jakarta. "Anak-anak saya merasa kok panas sekali di sini. Kami banyak minum air putih selama di sini," candanya.
Timnas Uruguay menjajal lapangan Stadion GBK pada Kamis (7/10) malam mulai pukul 20.00 hingg 21.00 WIB. Wartawan Indonesia diperbolehkan untuk mengintip latihan Uruguay selama 15 menit. Para pemain Uruguay tampak berlatih ringan dengan menendang bola dan senam ringan.
Sebelum berlatih, para pemain dan staf Uruguay menyempatkan diri berjalan-jalan di Mall Senayan City selama 1,5 jam. Kehadiran mereka di sana membuat heboh puluhan pengunjung, terutama perempuan. Sejumlah fans merminta para pemain Uruguay untuk melakukan foto bareng dan menandatangani kaos atau bola.

Action dan Mimpi

Untuk mencapai kesuksesan,
kita jangan hanya bertindak,
tapi juga perlu bermimpi,
jangan hanya berencana,
tapi juga perlu untuk percaya.

To accomplish great things,
we must not only act,
but also dream, not only plan,
but also believe.